Green House Hidroponik Polda Metro Jaya Panen 82 Kg Pakcoy, Perkuat Pasokan Bahan Baku Program MBG

oleh -
oleh
Polda Metro Jaya kembali memanen 82 kilogram sayur pakcoy dengan memanfaatan Green House Hidroponik SPPG Polri Palmerah di Jakarta, Selasa (4/8/2026). (ist)

 JAKARTAPEDIA.co.id – Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan, Polda Metro Jaya terus menghadirkan inovasi melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern. Salah satunya lewat Green House Hidroponik SPPG Polri Palmerah yang kembali menghasilkan panen sayuran pakcoy sebanyak 82 kilogram.

Hasil panen tersebut tidak hanya menjadi simbol keberhasilan pengelolaan pertanian mandiri, tetapi juga langsung dimanfaatkan sebagai bahan baku menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui SPPG Palmerah, Jakarta Barat.

Panen yang berlangsung pada Selasa (4/8/2026) menjadi bagian dari langkah Polda Metro Jaya dalam membangun ekosistem penyediaan pangan yang lebih mandiri, mulai dari proses budidaya hingga distribusi hasil pertanian untuk mendukung kebutuhan program pemerintah.

Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Metro Jaya Kombes Pol Sri Satyatama mengatakan, pemanfaatan Green House Hidroponik SPPG Polri Palmerah merupakan bentuk nyata penguatan ketahanan pangan sekaligus upaya menciptakan rantai pasok bahan baku yang berkelanjutan.

“Kami memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan Green House Hidroponik SPPG Polri Palmerah,” ujar Sri Satyatama.

Menurutnya, pengelolaan kebun hidroponik tersebut diarahkan untuk menjamin ketersediaan bahan pangan yang segar, aman, dan berkualitas bagi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendukung pelaksanaan program MBG.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, keberadaan Green House Hidroponik menjadi salah satu bentuk dukungan institusinya terhadap program prioritas pemerintah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan menyukseskan program Makan Bergizi Gratis.

Melalui sistem pertanian terintegrasi tersebut, Polda Metro Jaya membangun pola penyediaan bahan pangan yang lebih efektif. Mulai dari penanaman, perawatan, hingga proses panen dilakukan secara mandiri sebelum hasilnya dimanfaatkan untuk kebutuhan SPPG.

“Dengan demikian, kualitas, kesegaran, dan keberlanjutan pasokan bahan pangan dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat kemandirian pangan di lingkungan Polda Metro Jaya,” kata Budi Hermanto.

Langkah ini menjadi gambaran bahwa kolaborasi antara inovasi teknologi pertanian dan program sosial pemerintah dapat menciptakan manfaat berkelanjutan. Dari sebuah rumah tanam hidroponik, tumbuh dukungan nyata untuk menghadirkan makanan bergizi bagi masyarakat. (jek/ist)