JAKARTAPEDIA.co.id | GARUT – Semangat membangun ekosistem seni dan kebudayaan tak selalu bergantung pada dukungan anggaran. Dengan semangat gotong royong dan swadaya, Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bekasi (DK3B) menggelar Rapat Kerja (Raker) sekaligus studi banding ke Dewan Kesenian Kabupaten Garut pada 11–12 Juli 2026.
Perjalanan menuju Kota Garut bukan sekadar agenda kunjungan kerja. Di baliknya, tersimpan tekad untuk belajar dari daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu barometer kebudayaan Sunda, terutama dalam menjaga tradisi, membina para pelaku seni, serta membangun sinergi antara komunitas budaya dan pemerintah daerah.
Kegiatan yang diikuti sekitar 40 peserta ini berlangsung secara mandiri tanpa menggunakan dana APBD. Meski demikian, rombongan tetap mendapat pendampingan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bekasi sebagai bentuk kemitraan dalam upaya bersama memajukan kebudayaan daerah.
Ketua DK3B Kota Bekasi, K. Alamsyah Pradja, mengatakan bahwa rapat kerja dan studi banding tersebut merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat kapasitas organisasi sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola dewan kesenian.
“Kabupaten Garut dipilih sebagai lokasi studi banding karena dikenal memiliki konsistensi dalam pembinaan seni tradisi, penyelenggaraan festival budaya, serta membangun kolaborasi yang baik dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Hari pertama diisi dengan rapat kerja internal yang membahas berbagai agenda strategis, mulai dari penyusunan program kerja, pembahasan anggaran, hingga penguatan peran masing-masing komite seni dan budaya di bawah naungan DK3B Kota Bekasi.
Memasuki hari kedua, suasana berubah menjadi forum berbagi pengalaman. Bertempat di Sekretariat Dewan Kesenian Kabupaten Garut, rombongan DK3B Kota Bekasi disambut hangat oleh Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Garut, Agus Obar Santana, beserta jajaran pengurus. Turut hadir pula Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Wawan Somarwan, S.Sn.
Dalam suasana penuh keakraban, kedua dewan kesenian saling bertukar gagasan mengenai strategi pelestarian budaya, pembinaan seniman, pengelolaan organisasi, hingga pengembangan kegiatan seni yang mampu melibatkan masyarakat secara luas.
Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Kota Bekasi, Maja Yusirwan, S.Pd., M.Pd., yang turut mendampingi rombongan, menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan kelembagaan seni dan budaya di Kota Bekasi.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan DK3B menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan visi Kota Bekasi sebagai Kota Wisata, Kota Budaya, dan Kota Olahraga.
Bagi K. Alamsyah Pradja, pengalaman yang diperoleh selama berada di Kabupaten Garut menjadi bekal berharga untuk dibawa pulang.
“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana Dewan Kesenian Kabupaten Garut merawat tradisi sekaligus terus berinovasi. Harapannya, ilmu, pengalaman, dan jejaring yang terbangun selama kegiatan ini dapat menjadi energi baru untuk memperkuat gerakan seni budaya di Kota Bekasi,” katanya.
Lebih dari sekadar agenda organisasi, perjalanan ini menjadi simbol bahwa kemajuan kebudayaan lahir dari kemauan untuk terus belajar, berkolaborasi, dan membuka ruang berbagi pengalaman.
Melalui rapat kerja dan studi banding ini, DK3B Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus aktif bersinergi dengan berbagai pihak dalam memajukan kesenian dan kebudayaan, sekaligus memperkuat identitas Kota Bekasi sebagai kota yang kreatif, berbudaya, dan terus berkembang di tengah dinamika zaman. (pede)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya dengan ikuti kanal WhatsApp JAKARTAPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.






