JAKARTAPEDIA.co.id – Keceriaan terpancar dari wajah ribuan anak yang memenuhi kawasan Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (8/7/2026). Didampingi orang tua masing-masing, mereka menjadi bagian dari penutupan rangkaian Khitanan Massal Gratis 2026, sebuah program sosial yang bukan hanya memberi manfaat kesehatan, tetapi juga menghadirkan harapan bagi banyak keluarga di ibu kota.
Program yang digelar dalam rangka peringatan HUT ke-499 DKI Jakarta itu menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi antara pemerintah, BUMD, dan organisasi kemasyarakatan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Tingginya antusiasme warga bahkan mengantarkan Tim Penggerak (TP) PKK DKI Jakarta bersama PAM JAYA meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Acara penutupan dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ketua TP PKK DKI Jakarta Hani Pramono Anung, Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) DKI Jakarta Dewi Rano Karno, Ketua Dharma Wanita DKI Jakarta Lisniawati, Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin, Ketua Daya Wanita PAM JAYA Lya Arief, beserta jajaran dan para peserta. Khitanan massal ini merupakan inisiatif program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) PAM JAYA melalui Daya Wanita PAM JAYA yang berkolaborasi dengan TP PKK DKI Jakarta serta Komunitas Kebaya Jakarta (KKJ).

Program tersebut bertujuan membantu masyarakat sekaligus meningkatkan kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus Jakarta.
Pelaksanaan khitanan berlangsung sejak 23 Juni hingga 8 Juli 2026 dan menjangkau enam wilayah administrasi DKI Jakarta, meliputi Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, hingga Kepulauan Seribu.
Target awal sebanyak 2.000 peserta justru terlampaui. Sebanyak 2.445 anak berusia 5 hingga 12 tahun tercatat mendaftarkan diri, mencerminkan besarnya kebutuhan sekaligus tingginya kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.
Dari keseluruhan pelaksanaan, peserta yang mengikuti khitanan tercatat sebanyak 296 anak di Jakarta Timur, 488 anak di Jakarta Barat, 577 anak di Jakarta Selatan, 399 anak di Jakarta Utara, 43 anak di Kepulauan Seribu, serta 264 anak di Jakarta Pusat.

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, mengatakan keberhasilan program ini menjadi wujud komitmen perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan air minum perpipaan, tetapi juga lewat berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung.
“Kami bersyukur program ini mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Dengan adanya kolaborasi ini, kami berharap khitanan massal dapat membantu masyarakat sekaligus memberikan manfaat kesehatan bagi anak-anak Jakarta. Ini menjadi bagian dari semangat PAM JAYA untuk terus tumbuh dan melayani bersama warga Jakarta,” ujar Arief.
Puncak kebahagiaan hadir ketika TP PKK DKI Jakarta bersama PAM JAYA menerima penghargaan MURI untuk kategori “Khitan dengan Metode Klem secara Seri Peserta Terbanyak” dengan jumlah peserta mencapai 2.067 anak. Capaian tersebut melampaui rekor sebelumnya yang diraih PAM JAYA pada 2025 dengan 1.293 peserta.
Penghargaan itu menjadi simbol keberhasilan kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat. Lebih dari sekadar memecahkan rekor, program ini menjadi representasi semangat gotong royong dan kepedulian sosial untuk memastikan anak-anak Jakarta tumbuh sehat dan siap menyongsong masa depan.
Melalui momentum HUT ke-499 DKI Jakarta, PAM JAYA menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan berbagai program sosial yang bermanfaat, sekaligus mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota global yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan. (ig/rls)









