JAKARTAPEDIA.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) memperkuat layanan kesehatan di pusat keramaian dalam menghadapi arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026.
“Kesiapan tenaga kesehatan harus optimal, terutama di lokasi dengan mobilitas tinggi,” kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Dia pun mengaku sudah menginstruksikan Suku Dinas Kesehatan untuk memastikan ketersediaan tenaga medis dan obat-obatan di berbagai titik strategis, di antaranya pusat keramaian, jalur mudik, dan posko-posko pengamanan.
Langkah tersebut dilakukan guna memberikan pelayanan yang cepat dan optimal.
Menurut Munjirin, peningkatan aktivitas masyarakat saat mudik dan Lebaran berpotensi menimbulkan berbagai risiko kesehatan, sehingga kehadiran petugas medis di lapangan menjadi sangat penting.
Dengan kesiapan tersebut, Pemkot Jakarta Timur berharap masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan tetap terlayani dari sisi kesehatan.
Sebelumnya, Pemkot Jakarta Timur menyatakan kesiapannya untuk mengamankan perayaan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah sekaligus arus mudik Lebaran 2026.
“Alhamdulillah, kesiapan menjelang perayaan malam takbiran Idul Fitri dan arus mudik mendatang semuanya sudah kita laksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada,” kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin pada 12 Maret 2026.
Kesiapan tersebut dipastikan setelah digelarnya rapat pimpinan yang melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan hingga tenaga kesehatan.
Munjirin menyebutkan rapat tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan pengamanan berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
“Tadi kita diawali dengan rapat pimpinan (rapim) kaitan dengan perayaan pengamanan Idul Fitri sekaligus arus mudik. Sudah dipaparkan, baik oleh jajaran pemerintah kota, dari kepolisian, TNI maupun dari Kejaksaan. Dari kesehatan juga tadi ikut memaparkan, termasuk Direktur Rumah Sakit Umum Duren Sawit,” ungkap Munjirin.
Dia menuturkan seluruh instansi yang terlibat telah menyampaikan kesiapan masing-masing, baik dari sisi pengamanan wilayah, pelayanan kesehatan, hingga kesiapan menghadapi potensi lonjakan aktivitas masyarakat saat libur Lebaran.
Selain itu, dia juga menjelaskan pemerintah kota bersama unsur TNI-Polri dan instansi terkait akan menjalankan pengamanan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Pengamanan tersebut meliputi pengawasan kegiatan malam takbiran, pengaturan arus lalu lintas, serta kesiapsiagaan fasilitas kesehatan. (ist/ant)






