JAKARTAPEDIA.co.id – Musim hujan yang mengguyur Jakarta dalam beberapa waktu terakhir kembali meninggalkan jejak di berbagai ruas jalan. Lubang-lubang bermunculan, mengintai pengendara dan menambah daftar pekerjaan rumah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Di balik upaya perbaikan yang terus berjalan, ternyata jumlah petugas yang menangani jalan berlubang masih jauh dari ideal.
Dari sekitar 1.400 Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) yang dimiliki Dinas Bina Marga DKI Jakarta, hanya 755 orang yang secara khusus bertugas menangani jalan berlubang di seluruh wilayah Ibu Kota.
Kondisi tersebut mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk mengambil langkah cepat. Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan pemerintah daerah akan menambah kuota PJLP di lingkungan Dinas Bina Marga guna mempercepat penanganan kerusakan jalan.
“Secara khusus kami tadi juga memutuskan PJLP di Bina Marga yang berjumlah 1.400 memang dirasakan kurang karena banyak yang pensiun,” ujar Pramono usai rapat terbatas di Balai Kota Jakarta, Kamis, (29/1/2026).
Pramono menjelaskan, penambahan tenaga lapangan ini telah disepakati bersama Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno. Namun, jumlah pasti tambahan PJLP masih akan dihitung dan dibahas lebih lanjut oleh jajaran terkait.
“Saya dan Pak Wagub menyetujui untuk ditambah. Kuotanya berapa nanti akan dihitung dan diputuskan oleh Bina Marga bersama asisten pembangunan dan Pak Sekda,” kata Pramono.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menegaskan bahwa tambahan PJLP nantinya akan difokuskan untuk penanganan jalan berlubang, yang selama musim hujan cenderung meningkat drastis.
“Buat nanganin ini, jalan berlubang,” ujar Heru singkat.
Heru mengungkapkan, dari total sekitar 1.400 PJLP yang dimiliki saat ini, tidak semuanya berada di lapangan untuk perbaikan jalan.
Sebagian besar petugas juga mengemban tugas lain di bidang pemeliharaan infrastruktur. “Yang nanganin lubang itu cuma 755 orang, se-Jakarta,” jelasnya.
Meski mengakui kebutuhan tambahan tenaga, Heru menyebut evaluasi menyeluruh masih diperlukan untuk menentukan jumlah ideal PJLP yang akan direkrut.
“Ya perlu penambahan. Itu kan tadi Pak Gub bilang dievaluasi nanti Bina Marga sama Pak Asisten,” katanya.
Sebagai gambaran, Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah menindaklanjuti sekitar 6.000 titik jalan rusak di berbagai wilayah Jakarta sepanjang musim hujan dengan intensitas tinggi.
Angka tersebut menjadi cerminan betapa besarnya beban kerja petugas di lapangan—dan sekaligus alasan mengapa penambahan tenaga dinilai mendesak. (ig/pkc)





