JAKARTAPEDIA.co.id | JAKTIM – Pagi itu, halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur tampak lebih hidup dari biasanya. Para aparatur sipil negara berdiri rapi mengikuti apel, sementara di sisi lain, sebuah momen kecil namun penuh makna tengah berlangsung. Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menerima Jakarta Youth Award (JYA) 2025—sebuah apresiasi yang tidak hanya menyoroti kiprahnya, tetapi juga memberi semangat baru bagi perjalanan pemerintahannya.
Bagi Munjirin, penghargaan itu bukan sekadar simbol pencapaian. Ia menyebutnya sebagai energi tambahan untuk terus memperbaiki pelayanan publik di wilayahnya.
“Penghargaan ini menjadi motivasi atau spirit untuk terus dan selalu berkinerja baik, memberikan pelayanan optimal, serta berbuat untuk kemajuan warga,” ujarnya dengan nada bersyukur sesaat setelah menerima penghargaan tersebut.
Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Presidium Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemuda Jakarta, Cecep Sulaeman, di tengah pelaksanaan apel pagi.
Momentum itu seolah mengikat komitmen bersama: pemerintah, masyarakat sipil, dan generasi muda untuk bergerak menuju Jakarta Timur yang lebih baik.
Munjirin menegaskan bahwa pengembangan potensi pemuda menjadi salah satu fokus kepemimpinannya. Menurutnya, generasi muda adalah sumber inspirasi sekaligus motor perubahan.
“Jakarta Youth Award 2025 ini diberikan kepada mereka yang bisa menginspirasi, terutama generasi muda,” katanya.
Ia berharap penghargaan tersebut menjadi pemacu semangat, baik bagi para ASN maupun para pemuda, untuk terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri. “Generasi muda adalah penerus kita. Mereka harus dipersiapkan, dibina, dan diarahkan.”
Sementara itu, Cecep Sulaeman menjelaskan bahwa JYA 2025 merupakan penyelenggaraan ke-15, yang juga menjadi rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda. Tahun ini, Munjirin menjadi salah satu penerimanya.
“Pemberian penghargaan ini didasarkan pada tiga indikator,” jelas Cecep.
“Komitmen untuk berbuat terbaik bagi warga, konsistensi dalam memberikan ide dan program kesejahteraan, serta sikap konsekuen yang dapat menginspirasi kaum muda.”
Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemuda Jakarta sendiri beranggotakan sejumlah lembaga, mulai dari Jakarta Monitoring Network (JMN), Humanika Jakarta, Jakarta Urban Coalition, hingga Komunitas Peduli Pendidikan dan berbagai organisasi sosial lainnya. Kehadiran mereka mencerminkan bahwa apresiasi ini lahir dari kerja kolaboratif berbagai elemen masyarakat.
Dalam suasana pagi yang hangat itu, penghargaan yang diterima Munjirin tampak lebih dari sebuah plakat.
Ia seperti menjadi pengingat bahwa pelayanan publik bukan hanya tugas administratif, tetapi juga perjalanan inspiratif—yang tumbuh dari komitmen, konsistensi, dan kemauan untuk terus bergerak maju demi warga Jakarta Timur. (indra/ist)





