JAKARTAPEDIA.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta menyebut operasi modifikasi cuaca (OMC) pada hari kedua telah menaburkan sekitar 2,4 ton natrium klorida (garam dapur) di langit Jakarta guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan upaya tersebut dilakukan bersama BMKG dan TNI AU untuk mengatur distribusi curah hujan agar tidak terkonsentrasi di daratan Jakarta.
“Anda Ingin Membuat Legalitas Perusahaan PT, CV, Yayasan, Koperasi, dan Lembaga Perkumpulan di Jakarta & Bekasi Raya, Bang Pede Konsultan Siap Membantu Silahkan WA ke 0822-4974-0969.”
“OMC merupakan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi ekstrem di Jakarta dan sekitarnya,” ujar Yohan seperti dilansir dari beritasatu.com, Jum’at (7/11/2025).
Ia menjelaskan, pada hari kedua OMC, bahan semai higroskopis atau NaCl yang digunakan mencapai 2,4 ton. Bahan ini merupakan zat penyemaian awan yang mudah menyerap uap air dan dipakai dalam proses modifikasi cuaca.
Operasi tersebut menggunakan pesawat Casa A-2114 milik TNI AU dengan tiga misi penerbangan, masing-masing pada pukul 09.24–11.38 WIB, 12.39–14.31 WIB, dan 15.13–17.12 WIB. Total bahan semai yang disebar mencapai 2.400 kilogram.
Yohan menambahkan, operasi ini merupakan bagian dari upaya mitigasi rutin Pemprov Jakarta untuk menekan risiko cuaca ekstrem pada musim hujan.
“Hasil observasi menunjukkan adanya awan potensial terutama di wilayah Pandeglang dan perairan selatan Pandeglang. Terpantau awan Cumulus Congestus dengan puncak sekitar 12.000 kaki,” katanya.
Awan Cumulus Congestus merupakan awan vertikal tinggi yang menandakan pertumbuhan awan hujan sebelum berkembang menjadi cumulonimbus.
Ia menyebut angin pada ketinggian 5.000–10.000 kaki bergerak dari barat hingga utara dengan kecepatan 22–26 knot.
Sementara itu, perairan barat Kabupaten Serang terpantau cerah, sedangkan bagian selatan Pandeglang didominasi awan Cumulus Congestus yang menjadi target penyemaian.
Yohan menegaskan bahwa pelaksanaan OMC akan disesuaikan dengan kondisi atmosfer harian berdasarkan pemantauan BMKG agar curah hujan dapat diurai di perairan sekitar Jakarta sehingga potensi genangan maupun banjir dapat ditekan. (brs/jek)





