JAKARTAPEDIA – Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebutkan bahwa meski angka pengangguran mengalami penurunan, jumlahnya tetap tinggi karena Jakarta terus menjadi tujuan utama para pencari kerja dari berbagai daerah.
“Setelah Lebaran, jumlah pemudik yang kembali ke Jakarta sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa orang masih percaya Jakarta adalah tempat untuk mengubah nasib,” ungkap Pramono seperti dilansir pada Sabtu (12/7/2025).
Untuk mengatasi masalah pengangguran di Jakarta, Pramono memilih pendekatan yang lebih berbasis peningkatan kualitas SDM.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta kini menggiatkan program pelatihan kerja (job training) di setiap kecamatan tanpa publikasi besar-besaran.
“Program latihan kerja ada di setiap kecamatan. Kami sengaja tidak umumkan secara masif. Lihat saja di Bekasi, saat ada job fair, ribuan orang mengantre,” jelas Pramono.
Dengan pendekatan ini, Pemprov Jakarta berharap para pencari kerja bisa meningkatkan keterampilan dan membuka usaha sendiri, bukan hanya berharap pekerjaan formal semata.
Buka Lowongan PPSU
Langkah konkret lain dilakukan dengan membuka lowongan kerja untuk petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau yang akrab disebut “pasukan oranye”.
“Tahun ini kami buka untuk 1.100 orang. Sehari saja sudah 7.000 yang daftar. Tiga hari tembus 21.000. Saya langsung bilang ‘stop, stop, stop’, ini bisa jadi masalah,” kata Pramono.
Tingginya antusiasme membuat Pemprov Jakarta memutuskan mengubah persyaratan pendidikan bagi pelamar PPSU.
Bila sebelumnya minimal lulusan SLTA (SMA sederajat), kini lulusan SD pun bisa mendaftar asalkan memiliki kemampuan baca-tulis dan kemauan bekerja keras.
Respons atas Realitas Urban
Pramono mengakui banyak pencari kerja di Jakarta, khususnya dari kalangan perantau, tidak memiliki ijazah SMA.
Namun demikian, banyak di antara mereka memiliki semangat dan keterampilan kerja yang layak untuk diberdayakan.
“Kebanyakan mereka datang ke Jakarta tidak punya ijazah, tetapi mereka punya skill dan etos kerja. Itu yang kita tangani,” ujar Pramono.
Dengan strategi rekrutmen yang inklusif dan pelatihan kerja berbasis komunitas, Pramono Anung berharap dapat menekan angka pengangguran Jakarta secara lebih efektif dan adil. (brs/jek)








