Awal sejarah website dimulai saat Berners-Lee memulai sebuah proyek yang dijuluki World Wide Web (WWW) di tahun 1989. Proyek ini bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan ilmuwan di seluruh belahan dunia dalam hal berbagi informasi secara cepat dan otomatis.
Dalam proses pengembangannya, Berners-Lee menuliskan tiga teknologi dasar yang sampai saat ini masih menjadi dasar pembuatan web.
Ketiga teknologi dasar tersebut mencakup HTML (HyperText Markup Language), URI (Uniform Resource Identifier) yang sekarang lebih umum disebut URL (Uniform Resource Locator), dan HTTP (HyperText Transfer Protocol).
Barulah di tahun 1990an, Berners-Lee memperkenalkan website untuk dipergunakan oleh masyarakat luas.
Sejak saat itu, pertumbuhan web selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Internet Live Stats mencatat bahwa terdapat lebih dari 1,5 miliar website yang tergabung dalam World Wide Web saat ini. Sungguh sebuah perkembangan fantastis, bukan?
Unsur Penunjang
Meski bukan seorang IT consultant, memahami unsur penunjang sebuah website merupakan suatu keharusan jika Anda berniat mengembangkan web perusahaan.
Dengan begitu, Anda tidak akan mengalami kebingungan bila harus berdiskusi dengan tim pengembang nantinya.
Domain Name
Domain Name dikenal juga URL merupakan alamat website di dunia maya.
Ya, anggap saja website sebagai sebuah bangunan. Jika orang mau mengunjunginya, orang tersebut memerlukan alamat agar sampai pada tujuan yang tepat.
Sebagai pemilik usaha, Anda harus menggunakan nama domain semenarik mungkin.
Hal ini agar halaman web mudah diingat sekaligus membuat banyak orang tertarik untuk mengunjunginya.







