JAKARTAPEDIA| MANADO –
Polemik persaingan berebutan jabatan sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara jadi ajang pertarungan nyawa.
Sangat disayangkan hubungan keakraban sebagai teman, sahabat dalam organisasi wartawan akhirnya nyaris membawa malapetaka hingga ada dugaan arah Rencana ancaman pembunuhan terhadap Ketua Plt Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (PWI Sulut).
Hal ini jadi kewaspadaan dan berhati – hati setiap langkah Vanny Loupatty selalu Ketua Plt PWI Sulut akibat dapat tekanan acaman pembunuhan dari oknum yang tak mau menerima jabatan Ketua PWI Sulut diganti oleh wartawan senior di Sulut tersebut.
Vanny Loupatty setelah menerima mandat SK Ketua Plt PWI Sulut langsung dari Ketua PWI Pusat Zulmansyah Sekedang segera menghindar bersembunyi di kebun pohon yang sangat lebat.
Pasalnya, ia mengaku menerima dugaan ancaman pembunuhan dari mantan Ketua PWI Sulut, Voucke Lontaan.
“Setelah menerima SK sebagai Plt Ketua PWI Sulut, saya mendapat dugaan ancaman akan dibunuh oleh Voucke Lontaan,” ujar Vanny Loupatty, pada Selasa (18/3/2025).
Ia menjelaskan, dugaan ancaman tersebut sebagai sesuatu yang sangat serius dan menakutkan dan bukan hanya gertakan biasa. Ancamannya sangat serius dan mengerikan.
“Oknum dugaan pengacaman pembunuhan tersebut Vouke Lontaan adalah sosok pemberani yang nekat, dan dalam kondisi panik seseorang bisa bertindak spekulasi di luar batas. Itu yang saya khawatirkan,” ungkap Vanny Loupatty.
Ia menjelaskan, kronologis dugaan ancaman pembunuhan itu dikirim via WhatsApp (WA) menyasar mantan Ketua Umum PWI Pusat Atal Depari dan Ketua Umum PWI Pusat Zulmansyah Sekedang.
Beberapa kalimat ancaman seperti di bawah ini akan menjadi bukti Vanny Loupatty untuk melaporkannya ke polisi. “Silahkan Kase tau sama Fanny Lupati. Saya siap hadapi kapan dan dimana pun”
“Nanti lihat saja Fanni Loiupai pasti akan dimakamkan”. “Bung Atal, tolong sampaikan ke Zulmansyah kalau torang baku dapa di JKT kurang mo Lia sapa Lebe dulu mati”
“Ancaman ini bukan main-main. Harus disikapi dengan serius,” kata Vanny Loupatty.
Loupatty yang akrab disapa Maemossa ini memastikan akan melaporkan hal tersebut ke Polda Sulut untuk menempuh jalur hukum dan meminta perlindungan.
Menurutnya, bukti-bukti ancaman yang dikirim Vocke Lontaan ada di genggaman handphone-nya.
“Saya sudah mengumpulkan bukti-bukti ancaman ini. Dalam waktu dekat, saya akan melaporkan Voucke Lontaan ke Polda Sulut agar diproses secara hukum,” ungkapnya.
Ancaman yang dilontarkan Voucke Lontaan ke sesama insan pers tersebut mendapatkan kecaman dari wartawan senior Sulut, Alter Kandores dan juga Ayahnya mantan Ketua PWI Sulut dua periode, dia menilai tindakan Voucke sebagai sesuatu yang tidak pantas dilakukan oleh seorang mantan Ketua PWI Sulut dan wartawan senior.
“Seharusnya seorang wartawan memberikan contoh yang baik, bukan malah berlagak preman. Saya mendukung penuh langkah hukum yang akan diambil PWI Sulut. Kasus ini tidak bisa dianggap enteng,” ungkapnya.
Lebih lanjut Kandores mengajak seluruh wartawan Sulut untuk tetap solid dan tidak terprovokasi.
Kata dia, di negara ini tidak ada yang kebal hukum, termasuk wartawan.
“Jika ada yang melanggar hukum, harus siap menanggung perbuatannya,” tegas Alter Kandores kepada wartawan JAKARTAPEDIA. (nixon)







