JAKARTAPEDIA.co.id – Mejelang persiapan Pemilihan Kepala Daerah Serentak termasuk DKI Jakarta pada November 2024 ini, berbagai lembaga survei mulai bermunculan termasuk Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) yang mengeluarkan hasil survei bertema ‘Persepsi Publik terhadap Isi Sosial Ekonomi & Peta Elektoral Pilkada DKI Jakarta 2024’.
Survei ini dilaksanakan pada pada 23-29 April 2024 di Provinsi DKI Jakarta melalui wawancara tatap muka.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif ASI, Ali Rif’an yang mengatakan, pihaknya menggunakan metode penarikan sampel multistage random sampling dengan melibatkan 400 responden serta margin of eror +/- 4,9 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Ali menjelaskan, dalam pertanyaan terbuka terkait calon gubernur DKI Jakarta 2024 sejumlah nama masuk dalam peta elektoral Pilkada DKI Jakarta.
Kejutan datang dari Pj Gubenur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang berhasil mengungguli nama Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dan Sahroni yang digadang bakal diusung Partai NasDem.
“Anies Baswedan (19,8 persen), Ridwan Kamil (15,8 persen), Heru Budi Hartono (7,8 persen), Basuki Tjahaja Purnama (5,8 persen), Ahmad Sahroni (3,5 persen), Tri Rismaharini (1,8 persen), Kaesang Pangarep (1,6), Ahmad Riza Patria (0,8 persen), Bima Arya (0,5 persen) dan Mardani Ali Sera (0,5 persen),” kata Ali dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (7/5/2024).
Selanjutnya, ASI juga menggunakan simulasi 15 nama bakal calon Gubernur DKI Jakarta 2024. Hasilnya Ridwan Kamil memperoleh (30,5 persen), Anies Baswedan (29,0 persen), Heru Budi Hartono (7,0 persen), Ahmad Sahroni (6,8 persen), Tri Rismaharini (4,0 persen), Ahmad Riza Patria (2,8 persen), Kaesang Pangarep (2,0 persen).
Erwin Aksa (1,8 persen), Abdullah Azwar Anas (1,5 persen), Mardani Ali Sera (1,3 persen), Bima Arya (0,5 persen), Ahmed Zaki Iskandar (0,3 persen), Airin Rachmi Diany (0,3 persen), Bahlil Lahadalia (0,3 persen), dan Hendrar Prihadi (0,3 persen). Sementara yang tidak tahu/tidak jawab 12,0 persen.
“Terkait simulasi 10 nama bakal Calon Gubernur DKI Jakarta 2024. Ridwan Kamil (39,3 persen), Heru Budi Hartono (9,7 persen), Ahmad Sahroni (9,5 persen), Tri Rismaharini (5,5 persen), Ahmad Riza Patria (4,5 persen), Kaesang Pangarep (3,5 persen), Mardani Ali Sera (3,3 persen), Ahmed Zaki Iskandar (2,0 persen), Bahlil Lahadalia (2,0 persen), dan Bima Arya (2,0 persen),” sambungnya.
Kendati demikian, Ali menuturkan, pihaknya mencatat sebanyak 59,0 persen warga DKI Jakarta mengaku masih mungkin mengubah pilihan (swing voters) terkait Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2024, sementara yang mengatakan tidak akan berubah (strong voters) 32,3 persen dan yang tidak tahu atau tidak jawab 8,8 persen.
Dalam survei ini, ASI juga mencatat tren yang paling mempengaruhi pilihan Calon Gubernur DKI Jakarta 2024. Pertama melihat Kinerja dan Pengalaman Kandidat (37,3 persen) adalah latar belakang yang paling banyak dipilih, disusul Visi-Misi dan Program Kandidat (19,3 persen), Kedua karakter Personal Kandidat (13,5 persen), Agama yang Dianut Kandidat (12,5 persen), dan Kualitas/Kompetensi Kandidat (8,0 persen), kemudian 3,5 persen tidak tahu atau tidak menjawab. (rls/ig)





