Rencana Pemindahan ke Lenteng Agung Bikin 140 Pedagang Taman Puring Dilema

oleh -
oleh
Kondisi Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan setelah kebakaran. (brs/ist)

JAKARTAPEDIA.co.id – Sekitar 140 pedagang Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, belum mendapat kepastian mengenai rencana relokasi ke kawasan Lenteng Agung setelah kebakaran yang melanda pasar tersebut.

“Waktu kami audiensi dengan Pak Wali Kota, tidak disebutkan lokasinya di mana. Hanya disampaikan akan ada relokasi. Kami baru tahu dari media sosial bahwa ada perencanaan relokasi ke Lenteng Agung,” kata Koordinator Pedagang Lapak Taman Puring, Asmun, Minggu (25/10/2026).

Asmun mengatakan, dalam audiensi dengan wali Kota Jakarta Selatan pada Kamis (22/10/2026), para pedagang meminta agar tetap dapat berjualan di sekitar kawasan Pasar Taman Puring. Namun, para pedagang baru mengetahui wacana relokasi ke Lenteng Agung melalui pemberitaan media, bukan melalui sosialisasi langsung dari pemerintah.

Menurut Asmun, lokasi tersebut dinilai cukup jauh dari tempat tinggal sebagian pedagang yang bermukim di sekitar Kebayoran Lama dan Kebayoran Baru. Jarak tersebut dikhawatirkan menambah biaya transportasi untuk kegiatan berjualan sehari-hari.

Selain persoalan jarak, Asmun mengatakan relokasi berpotensi membuat pedagang kehilangan pelanggan tetap karena harus membangun kembali reputasi usaha di lokasi baru.

Dia menjelaskan, nama Pasar Taman Puring telah dikenal masyarakat sejak lama sehingga menjadi salah satu modal pedagang untuk menarik pembeli. Jika berpindah lokasi, pedagang harus kembali memperkenalkan barang dagangan dan membangun kepercayaan pelanggan.

“Kalau dimulai dari nol, belum tentu bisa berjalan. Apalagi kondisi ekonomi sekarang juga sedang sulit,” ucapnya seperti dilansir dari beritasatu.com pada Minggu (25/10/2026).

Asmun menyebut jumlah pedagang sebelum kebakaran mencapai lebih dari 500 orang. Namun, setelah kebakaran, jumlah pedagang yang masih bertahan diperkirakan sekitar 140 orang karena sebagian kehilangan barang dagangan dan belum dapat kembali berjualan.

Dia mengatakan para pedagang berharap pemerintah tetap merealisasikan revitalisasi Pasar Taman Puring sesuai harapan mereka. Para pedagang juga berharap tersedia ruang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk melanjutkan kegiatan ekonomi.

Melalui akun Instagram @tamanhutandki, kawasan Taman Puring juga direncanakan memiliki fungsi sebagai ruang publik dan sarana pendidikan melalui pembangunan Microlibrary Taman Puring.

Proyek yang didanai Ammodo Foundation tersebut dirancang sebagai ruang belajar inklusif bagi komunitas penyandang disabilitas melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Jakarta, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, serta PT SHAU Architects.

Fasilitas tersebut dirancang menggunakan struktur spiral dengan rusuk beton melengkung dan atap hijau untuk menciptakan ruang membaca yang teduh sekaligus menyatu dengan lanskap taman.

Desainnya juga mencakup jalur pemandu bagi penyandang disabilitas netra, papan tanda braille, furnitur yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna kursi roda, serta ruang sensorik.

Kehadiran fasilitas tersebut menunjukkan salah satu fungsi kawasan Taman Puring sebagai ruang publik yang mendukung kegiatan belajar dan aktivitas masyarakat.

Di tengah rencana penataan kawasan, para pedagang berharap pemerintah turut mempertimbangkan keberlangsungan mata pencaharian mereka dengan menyediakan tempat berjualan yang layak dan terjangkau. (ist/brs)