JAKARTAPEDIA.co.id – Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin memimpin panen melon jenis Golden dari lahan tidur di halaman bekas SMK Santa Lucia, Jalan Rawamangun Muka Selatan, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung.
Munjirin mengatakan, budi daya melon ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan lahan tidur yang sudah tidak digunakan untuk kegiatan sekolah. Lahan tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai kawasan pertanian perkotaan atau urban farming .
Menurutnya, pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan produktif dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk mengoptimalkan ruang yang tersedia sekaligus mendukung ketahanan pangan.
“Saya sangat mengapresiasi jajaran Kelurahan Rawamangun yang telah berinovasi memanfaatkan lahan tidur untuk kawasan urban farming ,” ujarnya, Jumat (25/9/2026).
Munjirin berharap, pemanfaatan lahan tidur seperti yang dilakukan di Rawamangun dapat mendorong masyarakat lainnya untuk melakukan hal serupa.
“Saya mengajak pemilik lahan yang tidak digunakan untuk memberikan izin agar lahannya dapat dimanfaatkan menanam berbagai komoditas yang dapat dikonsumsi masyarakat sekitar,” terangnya.
Munjirin meminta masyarakat untuk terus menggiatkan program urban farming sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.
Usai memimpin panen, Munjirin bersama jajarannya menyambangi SDN Rawamangun 07 Pagi yang berada di belakang lokasi urban farming.
Kunjungan itu dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta rutin mengonsumsi buah-buahan agar tubuh tetap sehat dan bugar.
Sentara itu, Lurah Rawamangun, Yola Dwiyenti memaparkan, melon jenis Golden tersebut ditanam oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) sekitar tiga bulan lalu melalui kolaborasi dengan Pokja III TP PKK Kelurahan Rawamangun.
Pihaknya sengaja memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 150 meter persegi tersebut untuk kegiatan urban farming . Selain melon, lahan itu juga ditanami jagung pulut, kangkung, cabai, dan berbagai jenis sayuran lainnya.
“Hasil panen ada 100 buah melon jenis Golden dengan berat mencapai 150-200 kilogram. Ini panen perdana, alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan,” ungkapnya.
Yola menambahkan, seluruh hasil panen melon kemudian dijual kepada masyarakat dengan harga Rp25 ribu per kilogram. Tingginya antusiasme warga membuat hasil panen tersebut langsung habis terjual setelah dipanen.
“Hasil penjualan digunakan untuk mendukung operasional kelompok tani yang beranggotakan 13 orang, antara lain untuk membeli benih atau bibit, pupuk, dan kebutuhan pertanian lainnya,” tandasnya. (ig)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya dengan ikuti kanal WhatsApp JAKARTAPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.





