Kali Baru Dipenuhi Sampah, Pemkot Jaktim Bergerak Sebelum Musim Hujan

oleh -
oleh
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin turun langsung memimpin pembersihan Kali Baru, Sabtu (29/8/2026). (ig)

JAKARTAPEDIA.co.id – Musim kemarau biasanya membuat debit air sungai menyusut. Namun, kondisi itu justru membuka persoalan lain di Kali Baru, Jakarta Timur. Saat permukaan air turun, tumpukan sampah yang selama ini tersembunyi di aliran kali tampak semakin jelas.

Sampah menggunung di sejumlah titik. Jika tidak segera ditangani, tumpukan tersebut dikhawatirkan menyumbat aliran ketika hujan kembali turun dan meningkatkan risiko genangan hingga banjir di kawasan permukiman.

Kondisi itu membuat Wali Kota Jakarta Timur Munjirin turun langsung memimpin pembersihan Kali Baru, Sabtu (29/8/2026).

Lebih dari 500 personel dikerahkan untuk mengangkat sampah dari aliran kali sepanjang sekitar 2,5 kilometer, mulai dari Jalan MT Haryono hingga Flyover Kampung Melayu.

Ratusan personel tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari TNI, kepolisian, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), PJLP, hingga masyarakat.

Kerja bakti dibagi ke dalam empat segmen. Dua segmen di antaranya telah selesai dibersihkan dan menunjukkan perubahan cukup mencolok dibandingkan kondisi sebelumnya.

Namun, pembersihan kali kali ini tidak langsung diarahkan pada pengerukan lumpur. Pemerintah Kota Jakarta Timur memilih mengangkat sampah terlebih dahulu agar aliran kembali terbuka.

“Jadi tujuan untuk bersihin Kalibaru ini kita fokus bukan lumpurnya tapi sampahnya,” ujar Munjirin.

Setelah sampah diangkat dan kondisi kali lebih bersih, tahap berikutnya akan dilanjutkan dengan pengerukan lumpur. Dua alat berat telah disiapkan dan akan ditempatkan di sejumlah titik yang memungkinkan untuk dilakukan pengerukan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan kapasitas aliran Kali Baru sekaligus mengurangi potensi penyumbatan ketika debit air meningkat saat musim hujan.

Bukan Sekadar Bersih-Bersih

Bagi Munjirin, mengangkat sampah dari kali hanya menyelesaikan sebagian persoalan. Tanpa perubahan perilaku masyarakat, tumpukan sampah berpotensi kembali memenuhi aliran yang sama.

Ia mengakui kesadaran sebagian warga di sekitar Kali Baru dalam menjaga kebersihan lingkungan masih perlu ditingkatkan. Karena itu, camat dan lurah diminta tidak hanya memastikan kali dibersihkan, tetapi juga melibatkan masyarakat di sisi kanan dan kiri kali dalam pemeliharaan.

Masyarakat diminta ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan dan tidak lagi menjadikan Kali Baru sebagai tempat pembuangan sampah.

“Saya mohon karena keterlibatan dari masyarakat kanan kiri itu belum begitu maksimal nanti saya menginstruksikan lewat Pak Camat dan Pak Lurah agar untuk pemeliharaan lebih lanjutnya itu benar-benar dilibatkan masyarakat kanan kiri untuk ikut bertanggung jawab tidak membuang sampah di kali,” katanya.

Edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah dari rumah juga akan diperkuat. Pengurus RT dan RW bersama masyarakat diminta menjalankan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang pengelolaan sampah.

Namun, Pemkot Jakarta Timur tidak hanya mengandalkan pendekatan persuasif. Pengawasan terhadap aktivitas pembuangan sampah ke kali juga akan diperketat.

Munjirin bahkan meminta jajaran terkait menyiapkan operasi penindakan terhadap warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan.

“Saya sudah minta tadi Pak RW sama Pak Lurah Pak Camat serta penyidik PPNS agar dilaksanakan OTT khusus di Kali Baru ini,” tegasnya.

Meski demikian, operasi tangkap tangan terhadap pembuang sampah belum dilakukan. Untuk sementara, pendekatan masih mengedepankan edukasi dan imbauan. Pengawasan nantinya akan melibatkan RW di kedua sisi Kali Baru.

Bersihkan Kali Sebelum Hujan

Pembersihan Kali Baru di wilayah Jatinegara menjadi langkah awal. Setelah segmen tersebut dituntaskan, Pemkot Jakarta Timur akan mengecek kondisi bagian hulu yang melintasi Kecamatan Kramat Jati, Pasar Rebo, dan Ciracas.

Jika ditemukan kondisi serupa, pembersihan akan dilakukan di wilayah tersebut.

Sementara itu, sampah yang berhasil diangkat dari Kali Baru akan diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup. Volume maupun ritasi pengangkutan di Kecamatan Jatinegara dipastikan meningkat selama kegiatan berlangsung.

Upaya ini menjadi penting karena sampah yang terbawa arus ketika hujan deras berpotensi tersangkut di bawah jembatan. Jika aliran terhambat, air dapat meluap dan mengancam permukiman warga di sekitarnya.

Munjirin berharap pembersihan Kali Baru tidak berhenti sebagai kegiatan kerja bakti sesaat. Setelah sampah terangkat, pengerukan lumpur dilakukan, dan kapasitas aliran kembali membaik, masyarakat diharapkan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutannya.

Sebab, sebelum hujan datang, kali harus lebih dulu bersih.
Kali Baru bukan tempat untuk membuang sampah. Jika masyarakat masih memperlakukannya sebagai “tong sampah raksasa”, persoalan yang sama hanya akan kembali berulang ketika musim hujan tiba. (ig/jek)

Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya dengan ikuti kanal WhatsApp JAKARTAPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.