JAKARTAPEDIA.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) melalui Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) mendorong percepatan digitalisasi usaha mikro melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) pengembangan ekonomi kreatif tahun 2026.
“Dalam bimbingan ini juga diajarkan soal digitalisasi. Bagaimana nanti semuanya bisa disatukan dalam sebuah aplikasi yang mendukung usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari hulu sampai hilir,” kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin dalam pembukaan kegiatan bimbingan teknis pengembangan ekonomi kreatif tahun 2026 di Jakarta Timur, Selasa (19/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 300 pelaku Jakpreneur binaan Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Timur mendapatkan pelatihan terkait pengembangan usaha berbasis digital.
Munjirin mengatakan transformasi digital menjadi salah satu fokus utama Pemkot Jakarta Timur dalam meningkatkan daya saing UMKM di tengah ketatnya persaingan pasar saat ini.
Menurut dia, perkembangan teknologi menuntut pelaku usaha untuk lebih adaptif dalam menjalankan bisnis, khususnya dalam pemasaran produk dan pengembangan jaringan usaha.
Pelatihan yang diberikan dalam kegiatan itu tidak hanya sebatas teori, tetapi juga diarahkan pada implementasi praktik usaha yang sesuai dengan kebutuhan pasar digital.
Selain itu, Munjirin menjelaskan, konsep digitalisasi yang tengah dikembangkan Pemkot Jakarta Timur nantinya mencakup berbagai aspek usaha, mulai dari pemasaran produk, akses permodalan, hingga penguatan jejaring bisnis.
“Pemasaran memerlukan orang yang bisa memasarkan, lalu untuk menambah modal juga memerlukan sumber-sumber pembiayaan. Semuanya mulai dijalankan di Jakarta Timur,” jelas Munjirin.
Selain digitalisasi, peserta bimtek juga mendapatkan pembekalan mengenai strategi pengelolaan usaha, seperti teknik pengemasan produk, pengaturan keuangan, dan pengembangan manajemen usaha.
Munjirin berharap melalui pelatihan tersebut, pelaku Jakpreneur mampu naik kelas dan memperluas pasar usaha mereka.
“Harapannya, para pelaku usaha ini semakin berkembang dan dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi di Jakarta Timur,” ucap Munjirin.
Materi yang diberikan dalam pelatihan itu pun tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga mencakup penguatan manajemen usaha secara menyeluruh.
Para peserta dibekali pengetahuan mengenai akses permodalan, strategi pemasaran, teknik pengemasan produk (packaging), serta pengelolaan keuangan usaha.
Menurut Munjirin, penguatan kapasitas sumber daya manusia merupakan salah satu langkah penting agar pelaku UMKM di Jakarta Timur mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi yang semakin kompetitif.
“Harapannya, dengan bimbingan ini, para pengusaha Jakpreneur akan semakin maju dan berkembang sehingga bisa berkontribusi terhadap pembangunan di Kota Jakarta Timur,” ujar Munjirin.
Kegiatan itu mengusung tema “Penguatan Kapasitas Pelaku Ekonomi Kreatif melalui Pengembangan Produk, Digitalisasi Pemasaran dan Pelaporan Kinerja Keuangan”.
Tema tersebut dipilih untuk menjawab tantangan pelaku usaha kreatif di era digital yang membutuhkan kemampuan pengembangan produk, pemasaran berbasis teknologi, serta pengelolaan keuangan usaha yang baik.
Peserta kegiatan itu terdiri dari anggota Jakpreneur, pelaku ekonomi kreatif, serta masyarakat Jakarta Timur dari berbagai subsektor ekonomi kreatif. Mereka merupakan peserta yang baru memulai usaha maupun yang telah memiliki usaha, tetapi belum pernah mengikuti pelatihan serupa sebelumnya. (ig/ant)

