JAKARTAPEDIA.co.id – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah, mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di fasilitas RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara. Langkah tersebut dinilai penting agar Jakarta tidak terus bergantung pada TPST Bantar Gebang di Bekasi, Jawa Barat.
Hal ini disampaikan Ima menyusul kembali terjadinya longsoran sampah di TPST Bantar Gebang yang menelan korban jiwa. Dalam peristiwa terbaru, lima orang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsor sampah hingga akhirnya ditemukan oleh tim gabungan pada Senin (9/3/2026).
Menurut Ima, Pemerintah Provinsi DKI sebenarnya telah lama merencanakan upaya agar pengelolaan sampah di ibu kota dapat dilakukan secara mandiri.
Salah satunya melalui optimalisasi fasilitas pengolahan sampah di RDF Plant Rorotan.
Ia menilai keberadaan RDF harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai bagian dari strategi pengurangan ketergantungan Jakarta terhadap Bantar Gebang.
Di sisi lain, Ima juga mengungkapkan rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste-to-Energy (WtE) yang akan dikerjakan melalui kerja sama dengan Danantara.
Rencananya, beberapa fasilitas baru akan dibangun untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah di Jakarta.
Ia mengatakan, proyek tersebut perlu dipercepat agar distribusi dan pengolahan sampah tidak lagi terpusat di satu lokasi. Berdasarkan data yang dimilikinya, Ima menyebutkan sebagian besar sampah di Jakarta berasal dari sektor rumah tangga.
Persentasenya bahkan mencapai lebih dari separuh total volume sampah yang dihasilkan setiap hari.
Di sisi lain, pertumbuhan jumlah penduduk Jakarta juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu, setelah momentum Lebaran biasanya banyak pendatang dari berbagai daerah yang datang ke ibu kota untuk mencari pekerjaan, sehingga berpotensi menambah volume sampah perkotaan.
Karena itu, ia menilai Pemprov DKI perlu menyiapkan strategi pengelolaan sampah yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Ima juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap fasilitas RDF yang sudah berjalan saat ini. Evaluasi tersebut diperlukan untuk mengetahui berbagai kekurangan agar pengembangan fasilitas pengolahan sampah berikutnya dapat dirancang dengan lebih matang. (ig)

