JAKARTAPEDIA.co.id – Platform Youtube dan Tiktok sekarang telah menjadi aplikasi video yang paling banyak digunakan sebagai sarana marketing.
Orang-orang kini berjualan dengan iklan di Tiktok dan Youtube dengan menggunakan video yang menarik.
Selain itu, produksi video di dunia saat ini mengalami perkembangan yang pesat.
Tayangan atau konten video membanjiri platform media sosial seperti YouTube dan TikTok setiap hari.
Bahkan diperkirakan di tahun 2025, video online akan menyumbang lebih dari delapan puluh persen dari semua kegiatan di internet.
Alasan utamanya, orang kebanyakan lebih suka menonton video daripada membaca teks.
Inilah keberhasilan video sebagai media. Video dapat menyampaikan lebih banyak informasi dalam waktu yang lebih cepat.
Berdasarkan survei, konsumen lebih suka mempelajari produk atau layanan melalui video daripada teks atau infografis.
Dan, karena video sangat efektif, sering kali video dibagikan oleh orang yang menontonnya.
Anda pun bisa memiliki channel sendiri di Youtube dan Tiktok. Baik untuk kepentingan ekspresikan diri ataupun sebagai media untuk berjalan.
Bahkan, juga sebagai kanal untuk mendapatkan penghasilan. Baik dari monetize atau endorsement.
Bagaimana caranya? Anda bisa membuat kanal dan mengisi konten sendiri.
Peralatan pun bisa mulai dari yang sederhana, dengan handphone atau kamera yang mumpuni.
Yang diperlukan tentu kreatifitas, tim, dan konsistensi untuk terus memproduksi konten.
Nah, tentu Anda harus investasi peralatan, tim, waktu dan juga kemampuan pengelolaan.
