Selanjutnya, DKI Jakarta memiliki lebih dari 2.000 startup dan menduduki peringkat 21 di dunia dalam ekosistem startup pada 2023 menempati urutan kedua sebagai pusat fintech terbesar di Asia Tenggara.
“Untuk capaian Foreign Direct Investment (FDI) sebesar 7 miliar USD pada 2023, ekspor dalam sektor teknologi dan kreativitas sebesar 1,5 miliar USD pada 2022,” imbuh Heru.
Kemudian, kemajuan dalam pembangunan infrastruktur transportasi massal dilakukan secara masif dalam 20 tahun terakhir, yakni MRT Jakarta dengan jalur Lebak Bulus-Bundaran HI sepanjang 16 kilometer, LRT Jakarta dengan jalur Velodrome-Kelapa Gading sepanjang 5,8 kilometer, dan Transjakarta sebagai sistem BRT terbesar di dunia dengan 3.500 unit bus, 260 rute, dan 1 juta penumpang per hari.
Ia menambahkan, Jakarta juga memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat bersaing di tingkat global. Salah satunya, terlihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai nilai 80,67 pada 2022 lalu.
Sementara di bidang lingkungan hidup, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menurunkan emisi karbon sebesar 26 persen pada 2023, menambahkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) hingga 19,8 persen dari total luas wilayah, dan menurunkan volume sampah hingga 12 persen pada 2022.
Selain itu, Jakarta secara aktif telah menjalin kemitraan dengan kota-kota global lainnya.
Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta Arlyana Abubakar mengatakan, kegiatan JEF yang diinisiasi pada 2023 ini merupakan sinergi antara Bank Indonesia, Pemprov DKI Jakarta, dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Jakarta.
Kegiatan ini, sambung dia, merupakan wadah untuk membahas berbagai isu strategis di Jakarta yang hasilnya dapat menjadi masukan dalam perumusan dan implementasi kebijakan.
Hal ini ditujukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan.
“Peserta yang hadir pada hari ini juga cukup lengkap, tidak hanya akademisi dan unsur pemerintah, tetapi juga para pelaku usaha dan komunitas,” ungkapnya. (ist/pkc/ig)





