Sementara itu, Camat Jatinegara Muchtar menyebutkan acara budaya “Jatinegara Punye” itu untuk memperkenalkan budaya Betawi kepada masyarakat, khususnya budaya Betawi yang ada di Jatinegara.
“Bukan hanya memperkenalkan tapi bagaimana budaya Betawi ini bisa dilestarikan oleh masyarakat Jakarta, khususnya untuk generasi muda. Saya berpikir Jakarta nanti sudah tidak lagi menjadi ibu kota negara, tapi sudah menjadi kota global. Tentunya, pengaruh dari luar tidak bisa kita bendung semua karena status Jakarta sudah menjadi kota global,” kata dia.
Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan kebudayaan Betawi itu bisa dimanfaatkan sebagai filter agar generasi muda tak serta-merta terpengaruh dengan budaya asing.
“Kami juga ingin mengajak generasi muda untuk melakukan kegiatan positif seperti halnya Festival Betawi ini. Kita sama-sama tahu sering terjadi tawuran di Jatinegara yang melibatkan anak-anak muda,” tuturnya.
Oleh karena itu, Muchtar berkomitmen dengan PFN untuk melibatkan anak-anak muda dalam dunia perfilman.
“Kita carikan bakat bagi anak-anak muda yang punya potensi, kita kembangkan. Mungkin ke depan kita anak-anak bisa terlibat kegiatan positif, khususnya kita di bidang perfilman. Ini juga salah satu cara mencegah terjadinya tawuran yang melibatkan generasi muda,” ujarnya. (ist/ant)

