Faktor lainnya, yakni Restless Leg Syndrome (RLS) dimana lansia memiliki keinginan tidak terkendali untuk menggoyang-goyangkan kakinya dan adanya gangguan irama sirkadian.
Lebih lanjut, Tiur menjelaskan bahwa cara mengatasi masalah sulit tidur dapat dilakukan dengan dua hal, yakni menggunakan obat atau menerapkan sleep hygiene atau kebiasaan yang sengaja dirancang untuk meningkatkan kualitas tidur.
Ia menyatakan para dokter biasanya akan menyarankan sleep hygiene terlebih dahulu ketimbang memberikan obat-obatan yang disesuaikan dengan kondisi pasien.
Dalam penerapannya, sleep hygiene dapat dimulai dengan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
Gunakan tempat tidur hanya untuk beristirahat tanpa adanya aktivitas lain.
Pastikan kamar yang jadi lokasi untuk tidur memiliki situasi tenang, gelap, sejuk dan nyaman.
Sebelum tertidur, lansia dianjurkan untuk melakukan aktivitas yang menenangkan seperti membaca buku maupun meditasi ringan.
Lansia juga bisa menekuni hobinya, seperti mendengarkan genre lagu kesukaan atau menggunakan bantuan aroma terapi.
Lansia, sambungnya, juga disarankan untuk melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur.
Kegiatan ini akan membuat badan jadi bugar dan dapat dipraktikkan melalui video-video di platform Youtube, sehingga lansia tidak perlu ikut pergi ke gym.
“Tidak usah yang berat-berat, misalnya jalan kaki 30 menit saja setiap hari, tapi rutin itu 5 kali dalam seminggu. Tapi, bukan jalan yang santai banget, jalannya kalau bisa kecepatannya agak ditambah asal konsisten,” katanya.
Tiur menambahkan lansia perlu membiasakan diri untuk tidak menggunakan perangkat elektronik 30 sampai 60 menit sebelum tidur, menghindari meminum kopi atau minuman yang mengandung kafein atau alkohol serta makan malam minimal dua jam sebelum tidur. (ist/ant)

