Cegah Demensia, Sejak Dini Saraf Otak Penting Diperiksa

oleh -
Untuk memastikan kondisi kesehatan otak perlu dilakukan pemeriksaan, terutama untuk individu yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes. (ist)

Berdasarkan Penelitian Enhancing Diagnostic Accuracy of aMCI in the Elderly: Combination of Olfactory Test, Pupillary Response Test, BDNF Plasma Level and APOE Genotype, yang dilakukan di Fakultas kedokteran Atma Jaya dan telah dimuat pada International Journal of Alzheimer Disease 2016, menunjukkan skor yang rendah pada pemeriksaan saraf penciuman menjadi prediktor prademensia.

Dari penelitian diketahui bahwa gangguan saraf penciuman yang tidak disadari, dapat merupakan tanda awal proses penuaan di otak dan menjadi faktor risiko demensia.

“Pemeriksaan menggunakan aroma yang familiar dengan kondisi Indonesia. Bila pasien tidak mampu mengidentikasi jenis aroma (padahal tidak sedang ‘pilek’ atau ada gangguan hidung lain), maka kemungkinan besar, sebagai prediktor prademensia,” jelasnya.

Spesialis Geriatri RS Atmajaya Dr. Rensa, Sp.PD-K.Ger, menjelaskan proses menua secara alamiah akan dialami oleh setiap manusia. Proses menua akan terus berjalan, tidak dapat dihentikan atau dicegah, hanya dapat diperlambat. Dengan bertambahnya usia, fungsi fisiologis mengalami penurunan akibat proses penuaan sehingga penyakit lebih mudah terjadi pada lansia.

“Selain itu, proses degeneratif di berbagai organ menurunkan daya tahan tubuh sehingga rentan terkena infeksi penyakit menular,” kata dr. Rensa.

Data dari Statistik Penduduk Lanjut Usia yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2017, menyebutkan bahwa dalam waktu hampir lima dekade, persentase lansia di Indonesia meningkat sekitar dua kali lipat (1971-2017), yakni menjadi 8,97 persen(23,4 juta). Lansia perempuan sekitar 1 persen lebih banyak dibandingkan lansia laki-laki (9,47 persen banding 8,48 persen).

Selain itu, lansia Indonesia didominasi oleh kelompok umur 60-69 tahun (lansia muda) yang persentasenya mencapai 5,65 persen dari penduduk Indonesia. Hal ini yang menguatkan bahwa Indonesia memiliki struktur penduduk tua (Aging Society).