Perdana Tahun 2022, UPTD Puskesmas Weet Gelar Lokakarya Mini Lintas Sektor

oleh -

MALUKU BARAT DAYA, JAKARTAPEDIA.id -Menindaklanjuti penyelenggaraan program pemerintah di ranah kesehatan, kolaborasi dan sinergi memang harus dilaksanakan secara bersama dan lintas sektoral, Senin (21/3/2022), kegiatan rapat lokakarya mini lintas sektor (Linsek) perdana tahun 2022 digelar di Ruang Rapat UPTD Puskesmas Weet, Kecamatan Moa-Lakor.

Acara dihadiri seluruh lintas sektor (Linsek) yang ada di Kecamatan Moa-Lakor antara lain dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Barat Daya, atau yang mewakili Philipus Laimeheriwa, Amd.KL selaku kepala seksi Kesehatan Lingkungan, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Moa-Lakor, PKK Kecamatan Moa-Lakor, Kepala Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Moa-Lakor, Kepala Penyuluh KB Kecamatan Moa-Lakor, Kepala Desa/Dusun se Moa Timur, Kepala Sekolah se Moa Timur, Ketua Majelis Jemaat GPM se Moa Timur, Gembala GSJA dan Gembala GBI se Moa Timur, Kepala UPTD Puskesmas Weet bersama Staf.

Frolaynis L Camerling dalam Laporan ketua Panitia, Menyampaikan Masalah Kesehatan adalah masalah yang multi dimensi, yakni terkait banyak sekali faktor penentu determinannya, sebagian besar faktor penentu bahkan berada di luar jangkauan (tugas dan wewenang) sektor kesehatan.

Lanjut Camerling, untuk meningkatkan derajat kesehatan khususnya melalui upaya kesehatan Promotif dan Preventif demi terwujudnya pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Weet, maka perlu dilakukan pertemuan lintas sektor.

Dalam sambutan Camat Moa-Lakor sekaligus membuka acara Lokakarya Mini Lintas Sektor (Linsek) Marthen Naslewan, menyampaikan bahwa pembangunan kesehatan merupakan bagian integral, tidak dapat dilepas pisah.

Menjadi bagian sangat penting dari pembangunan nasional, karena ketika kesehatan terganggu maka otomatis semua hal terganggu. Maka lewat kegiatan ini juga dapat meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan hidup sehat.

Lanjut Naslewan, perlu kita ketahui bahwa dalam pelaksanaan vaksinasi covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Weet adalah dosis ke 1 untuk usia 12 sampai >60 tahun sebesar 3.266 orang dari jumlah sasaran 2.949 orang atau 110,7%.

Untuk dosis ke-2 sampai saat ini baru mencapai 1.760 orang atau 59,7% dan dosis ke 3 sebanyak 31 orang atau 1,1%.

Kemudian vaksinasi anak usia 6 – 11 Tahun dengan dosis ke 1 sebanyak 206 orang dari jumlah sasaran 435 atau 47% dan dosis ke 2 baru mencapai 93 orang atau 21,38%.

Sementara harapan Pemerintah Daerah adalah 100% pada akhir Maret 2022.

“Untuk menyikapi apa yang diharapkan oleh pemerintah daerah saya menghimbau kepada semua kita agar sama-sama membantu pemerintah daerah dalam memberikan serta menghimbau sasaran vaksinasi untuk mendapat mendapat pelayanan vaksinasi lengkap,” katanya.

Menurutnya, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, bukan merupakan tanggungjawab bidang kesehatan semata, tetapi merupakan tanggungjawab semua pihak.

Salah satu untuk mengukur tingkat kesehatan keluarga yakni, Program Indonesia Sehat (PIS) dengan Pendekatan Keluarga (PK). Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup manusia di seluruh Indonesia.

Harapan Naslewan, agar tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas Weet dapat melayani masyarakat Moa Timur dengan mengutip pesan Tuhan. “Aku datang untuk melayani bukan untuk di Layani. Kiranya Tuhan yang maha kuasa senantiasa memberkati kita dalam menjalankan tugas dan pengabdian kita sebagai seorang pelayan yang baik,” jelasnya. (jerry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *