Warga BCM Desa Sukadami Heboh Temukan Ular Sanca Panjang 3,5 Meter, Ini Kata Kapolsek Cikarang Selatan

oleh -

CIKARANG, JAKARTAPEDIA.id – Warga perumahan Bumi Cikarang Makmur (BCM) Blok B RT 07/RW 12, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dihebohkan dengan tertangkapnya ular sepanjang 3.5 meter.

Ular itu muncul saat warga sedang melakukan kegiatan kumpul- kumpul di pinggiran kali Cikadu yang berbatasan dengan perum Permata Cikarang Selatan (PCS) yang sedang dalam pengerjaan normalisasi.

“Ular Sanca, panjang sekitar 3,5 meter kurang lebih pak, ” Ujar Sucipto, salah satu warga yang juga tokoh masyarakat di wilayah perum BCM, Minggu (5/11/2021) malam.

Sucipto mengatakan warga melihat ular itu muncul di aliran kali Cikadu sekitar pukul 21.30 WIB tadi. Diduga ular itu keluar malam hari dari sarangnya yang hanya berjarak 4 meter dari TKP untuk mencari makan.

Seketika, warga yang sedang melakukan kumpul -kumpul pun langsung berupaya menangkap ular tersebut.

“Ular dipastikan keluar dari sarang akibat dari proyek normalisasi kali Cikadu. Saat normalisasi kemarin juga ditemukan satu ular sejenis yang lebih kecil, tetapi di area blok D tertangkap juga sama persis kecilnya,” kata Sucipto.

Sucipto menjelaskan, ular yang sudah ditangkap tersebut pun menjadi tontonan warga. Saat ini, ular tersebut di amankan warga demi keamanan.

“Setelah itu (ular) ditaruh di jalanan gang blok B depan rumah warga, baru warga berbondong-bondong datang,” ucap Sucipto.

Sucipto menyebut ular itu sudah berada di rumah salah satu warga (Supri). Rencananya, ular tersebut akan dipelihara oleh warga tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Satirin mengingatkan warga agar tidak menyepelekan hewan melata yang diamankan warga saat ini.

Warga juga diimbau agar tidak sembarangan menangkap ular. Apalagi jika penangkapan dilakukan bukan oleh orang profesional.

“Kalau tidak punya kemampuan, lebih baik menghubungi polisi boleh nanti kita hubungi profesional atau damkar yang memang punya keahlian untuk itu,” jelas Kompol Satirin.

Warga agar tidak perlu waswas dengan kejadian penemuan ular itu. Warga juga diimbau agar bersih-bersih supaya tidak ada tempat bersarangnya ular.

“Waspada boleh, kan sebagai antisipasi,” imbuhnya.

Menurut Kompol Satirin, manusia sering menganggap ular sebagai makhluk jahat dan mematikan, sehingga manusia selalu ingin membunuh ular tersebut.

Kompol Satirin menambahkan, ancaman utama bagi habitat ular di Cikarang Selatan adalah perusakan lingkungan. Banyak lahan dikonversi menjadi pemukiman.

“Selama ini, sebenarnya bukan ular yang mengganggu kita tetapi kita lah yang masuk ke habitat mereka.” tandasnya. (obin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *