Pemprov DKI Gandeng Baznas Rekrut 1.000 Pramudi Mikrotrans

oleh -
Pengemudi Mikrotrans tengah memarkirkan kendaraannya. (ist/ant)

JAKARTAPEDIA.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)/Bazis DKI membuka pendaftaran program 1.000 pramudi Mikrotrans berdaya tahap kedua.

“Program 1.000 pramudi Mikrotrans berdaya tahap 2 ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam menghadirkan ruang pemberdayaan yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Kepala Bidang Pengumpulan Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta Ahmad Sholih di Jakarta.

Program ini sebagai salah satu upaya strategis dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi di sektor transportasi publik.

Melalui program ini, peserta akan mendapatkan pelatihan, pembinaan, dan mengikuti proses seleksi sebelum berkesempatan bergabung sebagai pramudi Mikrotrans dalam ekosistem layanan transportasi publik Jakarta.

Menurutnya, proses pembekalan dilakukan secara komprehensif melalui pelatihan, pembinaan, serta seleksi yang terstandar, sehingga diharapkan para peserta yang terpilih tidak hanya siap secara teknis dalam mengemudi, tetapi juga memiliki disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja yang tinggi sebagai bagian dari layanan transportasi publik.

“Ini adalah investasi sosial jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jakarta,” ucap Sholih pada Kamis (23/4/2026).

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pengelola zakat, dan operator transportasi publik menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem kerja yang inklusif, serta membuka akses kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

Program ini terbuka bagi pria maupun wanita berusia 22 hingga 45 tahun yang memiliki KTP DKI Jakarta, pendidikan minimal SMA atau sederajat, memiliki SIM A aktif atau lebih tinggi, dan pengalaman mengemudi kendaraan bertransmisi manual minimal satu tahun.

Peserta juga diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian seleksi dan pelatihan hingga selesai. Pendaftaran dilakukan secara daring dan tidak dipungut biaya dengan batas waktu hingga 25 April 2026 melalui tautan s.id/pramudibazis2.

Melalui program kolaborasi ini, Sholih berharap semakin banyak masyarakat yang dapat meningkatkan kualitas diri melalui pelatihan, sekaligus memperoleh akses terhadap peluang kerja yang layak dan berkelanjutan.

Program ini juga diharapkan mampu memperluas partisipasi masyarakat dalam sistem transportasi publik, mendukung terwujudnya layanan transportasi yang profesional, modern, dan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat secara luas. (ig/ant)