Jangan Sampai Tumbang, Begini Cara Cegah Batuk Pilek

oleh -
Ilustrasi anak batuk dan pilek. (ist/pexels)

JAKARTAPEDIA.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membagikan beberapa cara kepada masyarakat supaya tidak terkena batuk pilek di tengah cuaca yang sedang tidak menentu belakangan ini.

“Cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini, membuat kita perlu memperhatikan kesehatan tubuh, untuk meminimalisir adanya potensi paparan penyakit penyerta yang dipengaruhi cuaca yang akan menyerang tubuh,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman di Jakarta.

Aji mengatakan langkah pertama yang dapat masyarakat lakukan adalah mengonsumsi makanan yang bersih, sehat dan bergizi.

Makanan yang direkomendasikan diharapkan dapat menghangatkan tubuh, mudah dicerna, dan kaya nutrisi sangat disarankan dalam meredakan batuk dan pilek.

Beberapa di antaranya seperti sup hangat (misal sup ayam), madu, minuman hangat, buah kaya vitamin C, dan air putih hangat.

“Pastikan asupan cairan cukup untuk mencegah dehidrasi, membuat lapisan lendir di tenggorokan lebih encer dan pernapasan lebih lancar,” kata Aji pada Sabtu (18/4/2026).

Kemudian berkaitan dengan menjalankan pola hidup yang sehat, cobalah untuk mengimbangi konsumsi makanan bergizi dengan meminum vitamin dan berolah raga rutin untuk menjaga daya tahan tubuh.

Di samping itu cobalah untuk meminimalisasi menyentuh wajah menggunakan tangan yang kotor, menghindarkan diri dari air kotor atau kubangan yang terbentuk akibat hujan karena dapat memicu penyakit influenza, infeksi jamur pada kulit hingga kolera.

Masyarakat juga dianjurkan untuk rutin membersihkan rumah, saluran air, selokan, hingga tempat-tempat lain yang berpotensi menjadi tempat perkembangan nyamuk, serta rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer untuk meminimalisasi infeksi virus dan bakteri yang terbawa oleh telapak tangan yang kotor.

“Jika harus ke luar rumah atau beraktivitas di luar ruangan, gunakan masker untuk mencegah partikel polutan masuk ke dalam hidung dan saluran pernapasan. Gunakan masker yang pas di wajah dan dapat menyaring partikel polutan dalam udara, seperti masker KF 94 atau KN 95,” jelasnya.

Berdasarkan pemantauan Kementerian Kesehatan, Aji turut mengimbau masyarakat mewaspadai terhadap penyakit penyerta lain yang dipengaruhi oleh cuaca, seperti demam berdarah, flu, malaria, diare hingga leptospirosis yang ditularkan melalui urine atau darah dari hewan seperti tikus, anjing, dan sapi yang terbawa oleh banjir atau genangan air. (jek/ist)