JAKARTAPEDIA.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berharap nilai kebersamaan dan kerukunan masyarakat, khususnya kaum Betawi, terus terjaga melalui pelestarian tradisi Andilan Kebo.
Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri kegiatan Andilan Kebo di Cipayung, Rabu (18/3/2026). Ia menilai tradisi tersebut tidak sekadar kegiatan sosial, tetapi juga sarat dengan makna kebersamaan dan gotong royong.
“Tradisi ini bukan hanya tentang bantuan berupa kerbau, tetapi juga memiliki filosofi mendalam. Nilai guyub yang ada di Majelis Kaum Betawi harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Pramono.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak sembilan kerbau disembelih sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. Daging hasil penyembelihan kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial.
Pramono juga menegaskan komitmennya untuk mendukung pelestarian budaya Betawi. Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang menetapkan budaya Betawi sebagai budaya utama di Jakarta.
Menurutnya, pelestarian budaya lokal dapat menjadi fondasi penting dalam pembangunan Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.
Sementara itu, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kembali tradisi Andilan Kebo.
Pria yang akrab disapa Foke itu menuturkan, tradisi Betawi umumnya berlandaskan nilai-nilai keagamaan, termasuk Andilan Kebo yang mengajarkan pentingnya berbagi dan saling membantu.
“Melalui tradisi ini, masyarakat diajak untuk bergotong royong dan berbagi kepada sesama, sehingga mereka yang membutuhkan juga dapat merasakan manfaatnya,” kata Foke.
Ia berharap tradisi Andilan Kebo dapat terus dilestarikan dan berkembang, sehingga memperkuat solidaritas serta mempererat kebersamaan masyarakat Betawi di tengah dinamika kehidupan perkotaan. (ig/ist)

