JAKARTAPEDIA.co.id – Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pramono Anung menghadiri kegiatan Safari Ramadhan 1447 H bersama Ulama dan Umara se-DKI Jakarta di Pondok Pesantren Al Hamid Putra, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan yang merupakan undangan dari PWNU Jakarta tersebut juga turut dihadiri Pangdam Jaya, Kapolda, serta jajaran Forkopimda DKI Jakarta.
Pramono menyampaikan rasa terima kasih atas hubungan yang harmonis di Jakarta dan berharap sinergi tersebut terus terjalin dengan baik.
Pramono mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkeinginan menggelar haul ulama-ulama Betawi dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Jakarta setiap bulan Juli dan direncanakan berlangsung di Monas dengan Pemprov DKI sebagai tuan rumah.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan penghormatan sekaligus mendoakan para ulama yang telah berjasa bagi DKI Jakarta, termasuk tokoh-tokoh utama Jakarta yang berkontribusi dalam pembangunan kota,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Pramono juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) hingga ke level paling bawah. Ia berharap MTQ dapat dimulai dari tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten, hingga provinsi untuk memperebutkan Piala Gubernur.
“Selanjutnya, para juara akan dikirim untuk mengikuti MTQ tingkat nasional,” katanya.
Pramono juga menyoroti situasi global dan kondisi dunia yang saat ini sedang tidak baik-baik saja. Terkait dampak konflik global terhadap Jakarta, Pramono menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan terus berhati-hati dan menjaga komunikasi untuk memastikan stabilitas ibu kota tetap terjaga.
Ia mengingatkan bahwa perang, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat memberikan dampak, terutama jika terjadi di jalur transportasi dunia seperti Selat Hormuz.
“Gangguan di jalur tersebut berpotensi menyebabkan kenaikan harga serta terganggunya rantai pasok. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Jakarta, khususnya dalam menyambut Idulfitri,” ucapnya.
Pramono juga mengingatkan pentingnya menjaga keteguhan, kenyamanan, keselamatan, kegembiraan, dan kebahagiaan warga Jakarta.
Sebelumnya, Pramono telah membuka Jakarta Ramadan Festival di Bundaran HI. Untuk pertama kalinya, sekitar 1.300 rebana mengiringi lagu-lagu atau syiar Ramadhan. Kegiatan tersebut akan dilanjutkan hingga Idulfitri.
Ia menambahkan, dalam momentum Ramadhan dan Idulfitri tahun ini, tema utama yang diusung adalah Mudik ke Jakarta. Pramono mengajak masyarakat untuk menjadikan Jakarta sebagai tujuan mudik.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan insentif pajak sehingga dapat mendorong berbagai program diskon di Jakarta. Selain itu, sarana transportasi juga akan digratiskan saat perayaan Idulfitri agar dapat dirayakan bersama oleh seluruh warga,” tandasnya. (ig/bj)

