BEKASIPEDIA.com | KOTA BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bandung menyepakati rencana pembangunan Gerbang Keluar (exit) Tol Tegalluar di Kecamatan Bojongsoang pada ruas Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci). Proyek tersebut merupakan bagian dari rencana strategis yang digagas Kementerian Pekerjaan Umum.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, mengatakan kesepakatan tersebut mencakup pemutakhiran studi kelayakan yang akan kembali mengkaji trase dan lokasi gerbang tol, khususnya pada segmen Garut Utara hingga Tasikmalaya serta akses Tegalluar.
“Dalam pemutakhiran studi kelayakan akan dilakukan peninjauan kembali terhadap trase dan exit tol yang direncanakan, termasuk akses Tegalluar yang saat ini telah mengantongi izin prinsip dari Direktorat Bina Marga,” ujar Cakra di Bandung, Jawa Barat yang dilansir pada Minggu (15/2/2026).
Menurutnya, Exit Tol Tegalluar memiliki posisi strategis karena berada di kawasan pengembangan transit oriented development (TOD) Stasiun Kereta Cepat Tegalluar dengan luas sekitar 340 hektare.
Keberadaan gerbang tol tersebut dinilai sejalan dengan misi pembangunan Jalan Tol Getaci untuk mendorong pertumbuhan kawasan sekitar melalui skema kerja sama dengan pemerintah daerah.
Secara teknis, proyek fase pertama ruas Gedebage–Tasikmalaya (Getasik) saat ini memasuki tahap pemutakhiran studi kelayakan dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Proses tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Keuangan melalui fasilitas pengembangan proyek atau project development facility (PDF).
Cakra menambahkan, progres pembebasan lahan telah mencapai 48,7 persen dan ditargetkan meningkat hingga 50 persen pada 2026.
Jalan Tol Getasik dengan panjang sekitar 95,5 kilometer ini diperkirakan membutuhkan anggaran Rp29,5 triliun.
Tol tersebut direncanakan melintasi sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung, antara lain Kecamatan Bojongsoang, Majalaya, dan Nagreg, serta terintegrasi dengan jaringan jalan eksisting, termasuk proyek Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR).
Selain aspek konektivitas, Pemerintah Kabupaten Bandung menekankan pentingnya memperhatikan aspek lingkungan hidup dalam pelaksanaan proyek.
Jalan tol ini diharapkan dapat terealisasi sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, mendukung pengembangan Kawasan Rebana, serta meningkatkan konektivitas wilayah Jawa Barat bagian selatan hingga Provinsi Jawa Tengah. (ant/ist)
Dapatkan berita dan informasi menarik lainnya di Google News dan jangan lupa ikuti kanal WhatsApp BEKASIPEDIA agar tak ketinggalan update berita menarik setiap hari.

