Pemprov DKI Siaga Pangan, Tiga BUMD Kendalikan Harga Jelang Lebaran di Jakarta

oleh -
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) DKI Jakarta Uus Kuswanto. (ist)

“Jadi yang terpenting adalah komunikasi dan kolaborasi. Kalau ada gejolak, kita kendalikan bersama-sama agar tidak merugikan masyarakat,” tuturnya.

Di sisi lain, Perumda Pasar Jaya melakukan pembenahan besar-besaran terhadap fasilitas pasar tradisional menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Hingga awal Februari, sebanyak 21 pasar telah selesai direvitalisasi guna meningkatkan kenyamanan pengunjung dan pedagang.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, mengatakan pembenahan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan pasar rakyat di Jakarta.

“Alhamdulillah, revitalisasi sudah kami selesaikan di 21 lokasi pasar. Kami terus berbenah agar masyarakat merasa lebih nyaman saat berbelanja, khususnya menjelang Ramadan,” kata Agus.

Selain revitalisasi, Pasar Jaya juga melakukan pengecatan eksterior di hampir 86 pasar.

Tahun ini, pembenahan akan dilanjutkan pada bagian interior agar kondisi pasar semakin tertata dan representatif.

“Eksterior hampir di 86 pasar sudah kami cat ulang. Tahun ini kami lanjutkan pembenahan interior supaya suasana pasar lebih bersih dan tertata,” katanya.

Untuk mendukung kebersihan lingkungan pasar, Pasar Jaya juga membangun 24 tempat penampungan sampah sementara (TPS) di berbagai lokasi. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah serta meningkatkan standar kebersihan pasar tradisional.

“Kami sudah membangun hampir 24 TPS di lokasi pasar. Ini bagian dari komitmen kami menjaga kebersihan dan kenyamanan,” tambah Agus.

Sedangkan PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan informasi publik sekaligus memperluas jangkauan pangan bersubsidi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Melalui website resmi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dan media sosial perusahaan, masyarakat kini dapat memantau langsung ketersediaan stok serta harga komoditas pangan.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Dodot Tri Widodo, mengatakan transparansi menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran.

Menurutnya, publik berhak mengetahui kondisi stok agar tidak terjadi kepanikan maupun spekulasi.

“Di PIBC sudah tersedia website yang bisa diakses masyarakat. Di sana tercantum informasi stok dan harga. Ini bagian dari komunikasi efektif kami agar publik bisa memantau langsung kondisi pangan,” ujarnya.

Dodot menambahkan, pengendalian harga di tingkat induk relatif masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Meski demikian, ia mengakui harga di tingkat ritel bisa mengalami penyesuaian karena adanya biaya distribusi dan pengemasan.

Dengan kombinasi transparansi data stok dan distribusi serta perluasan program subsidi, Food Station optimistis stabilitas pasokan dan harga pangan di Jakarta dapat tetap terjaga selama momentum hari besar keagamaan. (ig)