JAKARTAPEDIA.co.id – Perpustakaan di Jakarta tak lagi sekadar deretan rak buku yang sunyi. Sepanjang tahun 2025, ruang-ruang literasi itu justru semakin hidup, ramai dikunjungi, dan menjadi tempat beragam aktivitas kreatif warga Ibu Kota.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta mencatat, jumlah pengunjung perpustakaan mencapai 699.915 orang.
Angka tersebut menunjukkan tren positif. Dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 588.451 pengunjung, terjadi peningkatan sekitar 18,94 persen.
Kepala Satuan Pelaksana Layanan Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Riska Damastika Ayuningtyas, menyebut capaian ini sebagai hasil dari berbagai terobosan layanan yang dilakukan sepanjang tahun.
“Jumlah pengunjung perpustakaan sepanjang tahun 2025 mencapai 699.915 orang,” ujar Riska saat dihubungi di Jakarta, Senin (15/12/2025).
Tak hanya kunjungan fisik, aktivitas literasi juga menunjukkan geliat yang menggembirakan. Sepanjang 2025, sebanyak 133.213 orang tercatat mengikuti kegiatan literasi, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 109.347 peserta.
Sementara itu, layanan perpustakaan keliling menjangkau lebih dari 915.366 orang, naik signifikan dari 728.307 orang pada 2024.
Beragam program kreatif menjadi magnet tersendiri. Salah satunya adalah Night at The Library, program rutin yang memberi pengalaman menikmati perpustakaan hingga malam hari.
Selain itu, hadir pula Karya Raya sebagai ruang bagi anak-anak menuangkan kreativitas, Senara (Senandung Aksara) yang memadukan musik dan literasi, hingga Penganugerahan Piala HB Jassin yang menjadi ajang prestisius bagi dunia sastra.
“Seluruh upaya ini dihadirkan untuk memperkuat budaya literasi dan menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang kreatif, inklusif, dan selalu relevan bagi masyarakat,” kata Riska.
Menurutnya, citra perpustakaan kini telah bergeser. Tidak lagi dipandang semata sebagai tempat membaca dan meminjam buku, tetapi berkembang menjadi pusat belajar, berkreasi, dan berkolaborasi bagi seluruh lapisan masyarakat Jakarta.
Karena itu, Dispusip DKI terus membenahi layanan dan fasilitas. Mulai dari peremajaan ruang baca, penyediaan area ramah anak dan penyandang disabilitas, hingga penciptaan ruang publik kreatif yang dapat menampung beragam aktivitas warga.
Kolaborasi dengan komunitas literasi, lembaga pendidikan, kedutaan, serta berbagai mitra strategis pun terus diperluas untuk menghadirkan program yang lebih variatif.
Riska berharap, pengembangan fasilitas yang modern dan adaptif, ditambah program-program kreatif, mampu menjawab kebutuhan masyarakat urban sekaligus menarik keterlibatan generasi muda.
“Upaya ini juga diarahkan untuk mendorong peningkatan signifikan jumlah pengunjung, baik secara fisik maupun digital,” ujarnya.
Langkah memperpanjang jam operasional hingga malam hari juga terbukti berdampak. Pada Mei lalu, Dispusip DKI mencatat lonjakan pengunjung hingga 53 persen setelah jam buka perpustakaan diperpanjang sampai pukul 22.00 WIB.
Dengan berbagai inovasi tersebut, perpustakaan di Jakarta kian mengukuhkan diri bukan hanya sebagai tempat berkunjung, melainkan pusat pembelajaran sepanjang hayat yang menginspirasi, memberdayakan, dan memberi manfaat bagi seluruh warga Ibu Kota. (ig/ist)
Bagi Anda yang sedang merencanakan Liburan, Perusahaan Gathering, Family Gathering, Wisata dan membutuhkan vendor Tour & Travel, Bisa Hubungi Bang Pede Tour & Travel di Telp/WhatsApp: 0822-4974-0969.

