Gubernur Pramono Anung Geram Parkir Liar Cemari Wajah Jakarta

oleh -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (ist)

JAKARTAPEDIA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku geram terhadap praktik pemalakan bermodus parkir liar yang mencoreng wajah pariwisata malam Jakarta. Dia berjanji segera menurunkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke lokasi rawan untuk menindak tegas pelaku.

“Baik, saya segera turunkan Satpol PP di situ. Informasi-informasi seperti ini, kalau buat saya penting,” ujar Pramono saat meresmikan Halte LRT Boulevard Utara Summarecon Mall, Jumat (25/7/2025).

Pramono mengaku resah karena kejadian ini mencoreng citra Jakarta di mata masyarakat maupun wisatawan. Sebagai pemimpin ibu kota, dia berkomitmen untuk terus memberikan pengabdian terbaik.

“Karena kami bukan orang yang kemudian menutup diri bahwa Jakarta ini masih banyak kekurangan. Karena melayani 11 tambah 4 juta orang, 15 juta itu bukan persoalan yang mudah. Baru bernapas sedikit, tiba-tiba ada tawuran,” ucapnya.

“Itu pun membuat saya sama Bang Doel pasti enggak bisa tidur, sehingga malam-malam kita mengkoordinasikan supaya tawuran itu bisa diatasi. Namun yang jelas, semua informasi ini kami inginkan, dan kami akan bekerja berdasarkan itu,” tambahnya.

Kasus parkir liar ini mencuat setelah sejumlah muda-mudi asal Bogor menjadi korban pemalakan oleh seorang pria di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/7/2025) malam.

Menurut pengakuan korban, saat baru saja memarkir motor untuk menikmati suasana malam Jakarta, mereka langsung diminta uang parkir secara paksa.

“Baru saja motor diparkir, langsung ditagih Rp 10.000. Setelah kami beri, dia malah minta lagi dengan nada tinggi,” ujar salah satu korban yang enggan disebutkan namanya.

Insiden tersebut sempat memicu ketegangan antara pemuda dan pria yang mengaku sebagai “penguasa lahan parkir liar”. Kejadian itu direkam dan viral di media sosial, mengundang kemarahan publik.

Dalam video yang beredar, terlihat pelaku tetap bersikeras meminta uang tambahan meskipun korban sudah membayar.

Sikap kasar pelaku membuat pengunjung lain merasa tidak nyaman dan menilai hal ini merusak wajah pariwisata malam Jakarta. (ig/brs)