Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ricky Perdana Gozali menegaskan, digitalisasi adalah game changer dalam pertumbuhan ekonomi. BI mendukung penuh program ini sebagai upaya sinergi dengan pemerintah provinsi untuk mengembangkan digitalisasi di berbagai sektor, termasuk perdagangan dan jasa, khususnya di pasar tradisional.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat 2,2 miliar transaksi digital di Jakarta. Angka ini meningkat 180 persen dibandingkan periode sebelumnya. Mayoritas transaksi ini berasal dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain itu, Jakarta Selatan mendominasi volume transaksi, diikuti oleh Jakarta Timur dan Jakarta Pusat.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek), Edwin Nurhadi juga memberikan dukungan penuhnya untuk program ini, sehingga dapat meningkatkan literasi keuangan di Jakarta.
“Tentunya akan semakin memperluas dan meningkatkan tingkat literasi dan juga akses keuangan akan semakin mudah lagi bagi seluruh masyarakat,” tandasnya. (ig/bj)

