Ia mengungkapkan, tradisi nganter bandeng merupakan salah satu tradisi warga Betawi untuk menyambut tahun baru Imlek.
“Tradisi nganter bandeng juga cermin kebersamaan dan penghormatan terhadap budaya yang syarat makna,” ungkapnya.
Teguh berharap Festival Bandeng Rawa Belong 2025 yang pertama kali digelar dapat menjadi bagian dari event tahunan yang sedang disusun Pemprov DKI Jakarta.
Teguh juga memastikan, stok ikan bandeng yang dijual di festival ini berkualitas segar dan tanpa formalin.
“Melalui acara festival ini, kita turut menguatkan dan menghidupkan kembali budaya masyarakat Betawi sehingga menjadi wujud pelestarian tradisi, mendukung pengembangan ekonomi lokal melalui partisipasi pelaku UMKM dan ketahanan pangan,” paparnya.
Teguh juga menyampaikan terima kasih kepada Permata MHT dan stakeholder terkait yang terus berupaya melestarikan tradisi menguatkan kerukunan dan toleransi keberagaman masyarakat di kota Jakarta sebagai barometer dan miniatur Indonesia.
“Mari jadikan momentum ini sebagai bagian perayaan menyongsong lima abad Kota Jakarta serta upaya mewujudkan Jakarta di peringkat 20 kota global dunia yang berbudaya, inklusif, melestarikan tradisi, layak huni, berkeadilan dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara, Ketua Panitia Festival Bandeng Rawa Belong 2025, Naman Setiawan menambahkan, ide dihelatnya Festival Bandeng Rawa Belong 2025 digagas oleh Pj Gubernur Teguh Setyabudi dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Marullah Matali dalam rangka menyongsong lima abad Jakarta dan melestarikan budaya Betawi, nganter bandeng yang hampir punah.
Ditambahkan Teguh, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan produk olahan berbasis bandeng kepada masyarakat, sekaligus mendukung pelaku UMKM lokal dalam memperkenalkan produk serta dan meningkatkan daya tarik wisata daerah melalui kegiatan budaya dan kuliner.

